afterads

Friday, 25 November 2016

Perbedaan USM , STM, IS, EF Pada Lensa DSLR Dan Istilah Istilah Lain Dalam FotoGraphy



Perbedaan USM , STM, IS, EF Pada Lensa DSLR
Dan Istilah Istilah Lain Dalam FotoGraphy
 
USM  ( Ultrasonic Motor )

USM : Singkatan dari Ultrasonic Motor. Ini menandakan di dalam lensa ada built-in auto fokus. USM juga menandakan auto fokus lebih cepat dan tidak bersuara.
Fitur USM mengarah pada kecepatan auto fokus yang lebih cepat dan tidak berisik yang sangat berguna untuk mengabadikan subjek yang bergerak cepat
Contoh 
Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM
Bila Anda melihat angka bukaan cuma 1 saja, seperti lensa diatas (f/2.8), ini berarti lensa ini memiliki bukaan konstan. Dari rentang fokal 17 sampai 55mm, maksimal bukaan yang bisa kita pergunakan adalah f/2.8.

STM  ( Stepper Motor )

STM : Stepper Motor, motor autofokus yang senyap dan mulus, ideal saat merekam video
Fitur STM (Strapper motor) memiliki kemampuan menghilangkan kebisingan saat merekam video.              Fungsinya memang mirip dengan USM tetapi tidak memiliki kelebihan dalam kecepatan auto focus. Lensa STM harganya lebih murah dibandingkan lensa USM dan biasanya sudah di lengkapi dengan fitur IS juga

IS ( Image Stabilization ) 

IS : Singkatan dari Image Stabilization, artinya lensa ini memiliki kemampuan untuk meredam getaran tangan    kita sehingga gambar yang dihasilkan tidak blur. Fitur ini sangat berguna terutama pada saat kita mengambil foto dengan setting kecepatan pemantik rendah.
Fitur IS (Image Stabilization) adalah untuk mengurangi blur yang diakibatkan oleh pergerakan kamera atau pergerakan tangan... IS bekerja dengan jalan menggerakkan elemen lensa untuk mengkompensasi gerakan dan menurunkan blur yang diakibatkannya
Contoh
Canon EF-S 18-55 mm f/3.5-5.6 IS
Lensa zoom ini biasanya dipaket saat membeli kamera DSLR Canon untuk pemula seperti Canon 1100D, 550D, 600D
Canon EF-S : artinya model lensa yang dirancang khusus untuk kamera DSLR dengan sensor krop/kecil (relatif dengan kamera film (full frame). Lensa ini tidak bisa digunakan untuk dipasang di DSLR kamera full frame seperti Canon 5D atau Canon 1Ds.
18-55mm : Ini rentang fokal lensa. 18mm memberikan sudut pandang lebar, sedangkan 55mm agak sempit/telefoto. Bagi yang berpengalaman dalam mengunakan kamera film, rentang fokal lensa ini ekuivalen dengan kurang lebih 29-88mm. Rentang fokal lensa ini cukup fleksibel untuk penggunaan sehari-hari.
f/3.5 – 5.6 : Ini berarti rentang maksimal bukaan lensa. Pada rentang fokal 18mm, maksimal bukaan adalah f/3.5 sedangkan pada rentang fokal 55mm, maksimal bukaan adalah f/.5.6.

EF
Lensa Canon EF : didesain untuk DSLR Canon dengan sensor Full Frame seperti 1Dx dan 5D, dengan diameter lensa besar dan lensa ini bisa dipasang juga di DSLR Canon sensor APS-C seperti 7D, 60D, 600D dan 1100D. Lensa EF ini dicirikan dengan titik warna merah di bagian belakang.
Contoh : Canon EF 50mm f/1.8 II
 EF = Lensa digital Canon 50mm = jangkauan fokal lensa f/1.8 = maksimum bukaan II = generasi ke-2

EF-S

Lensa Canon EF-S : didesain khusus untuk DSLR Canon APS-C, diameter lensa lebih kecil disesuaikan dengan sensor APS-C yang memang lebih kecil. Lensa EF-S akan mengalami faktor koreksi fokal akibat adanya crop factor 1,6x sehingga contohnya lensa EF-S 18-55mm akan memberi picture angle yang setara dengan fokal lensa 29-88mm. Lensa EF-S berukuran lebih kecil, ditandai dengan titik putih di belakang lensa dan tidak bisa dipasang di kamera DSLR Canon full frame seperti 5D.
Contoh : Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
EF-S = Lensa digital Canon yang hanya compatible untuk Camera cropped body sensor (semua kamera kecuali Canon 5D, EOS mark series) 18-55mm = lensa zoom dari 18 ke 55mm f/3.5-5.6 = bukaan maksimum untuk jangkauan fokal, 18mm = 3.5, 55mm = 5.6 IS = Image Stabilizer, membantu mencegah blur karena getaran tangan waktu mengambil foto pada kondisi gelap.
Contoh Lain
Canon EF 70-200mm f/4 IS USM
Lensa diatas disebut juga telephoto zoom karena rentang fokalnya cukup besar yaitu 70-200mm
Sayangnya kode lensa ini tidak berlaku universal, sehingga lensa merek lain akan memiliki kode yang berbeda-beda. Tetapi tidak masalah, biasanya struktur kodenya sama. Daftar singkatan dibawah ini akan mempermudah pengertian Anda terhadap lensa-lensa bukan Canon.
HSM : Singkatan dari Hypersonic Motor. Artinya kurang lebih sama dengan USM, auto fokus cepat dan tidak bersuara. Kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sigma.
AF-S : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Nikon.
SAM : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sony.
AF : Lensa Nikon yang tidak memiliki auto fokus built-in. Di kamera pemula Nikon seperti D60 dan D5000, tidak bisa mengunakan lensa ini untuk auto fokus, tapi harus dengan manual fokus.
VR  : Singkatan dari Vibration Reduction, fungsinya sama dengan Image Stabilization.
OS  : Singkatan dari Optical Stabilization, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini akan Anda temukan di lensa Sigma.
VC :  Singkatan dari Vibration Compensation, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini akan Anda temukan di lensa Tamron.

TE-S = Tilt Shift Lens, lensa khusus yang bisa diputar2

DX, DT, DC : Kode lensa yang di optimalkan untuk kamera sensor krop. Kode ini akan Anda temukan di lensa Nikon, Sony atau Sigma.
DG : Kode lensa yang di kompatibel untuk kamera sensor krop dan full frame. Kode ini akan Anda temukan di lensa Sigma.
KIT: Lensa yang biasanya dipaketkan dengan kamera, biasanya kualitasnya standar

  UD     : Ultra Low Dispersion, untuk ketajaman ekstra pada lensa tele

  Asph  : Aspherical lens, lensa khusus untuk mengurangi distorsi dan penyimpangan warna.

 DO    : Diffractive Optics, desain lensa Fresnell untuk memberi kemampuan zoom tinggi tapi lensanya tidak jadi panjang
 Macro : Istilah untuk lensa khusus makro. Lensa spesialisasi untuk foto objek kecil

I, II, III = huruf romawi tanda lensa ini telah disempurnakan berapa kali
Contoh lagi:Canon EF 50mm f/1.8 II  
EF = Lensa digital Canon 50mm = jangkauan fokal lensa f/1.8 = maksimum bukaan II = generasi ke-2

Thursday, 17 November 2016

Monday, 14 November 2016

Jalan Jalan Di Trans Studio Bandung

Allhamdulillah masih dapet jatah jalan jalan dari kantor, 30 Oktober 2016 di ajak jalan jalan sama PT. Estate, ya lumyan buat refresh, perjalannan kantor di bagi dua batch kebetulan yang admin di batch pertama dan berangkat di hari rabu sedangkan batch kedua di hari kamis. Ya namanya juga jalan jalan gratis ya ikut aja, karena ke TSM itu budgetnya aja udah 500 ribuan perorang, itu kata orang kantor, dan lebih parahnya kalo gak ikut harus bayar yang 500 ribu, ya tapi itusieh cuma ancaman aja sieh, g ada kok yang di tagih 500 ribu nya kalo alasannya jelasmah, berikut akan admin share sedikit suasana disana. di pintu masuk kita sudah di sambut oleh cewek - cewek cantik penjaga tiket, ketika masuk TSM.

 dan setelah masuk kita akan melihat wahana wahana yang lumayan bikin adrenalin menjadi naik


 Area bawah laut di dalam Mall


Menunggu Antrian










Tuesday, 13 September 2016

Taman Potret Tangerang 2015

 

 1. Princess Rolina at Taman Potret











 2. Princess Rolina at Taman Potret






 3. Princess Rolina at Taman Potret

4.  Princess Rolina at Taman Potret



Friday, 29 April 2016

Mengenal Tombol yang ada pada canon 60D

Mengenal Tombol yang ada pada canon 60D


Tombol putar Mode di sebelah kiri atas panel memungkinkan Anda untuk memilih variasi eksposur. EOS 60D membagi menjadi 2 kategori tombol putar, “basic” dan “creative”.
Kategori Basic yaitu pengaturan Full Auto dan 6 pilihan mode scene. Kategori Creative yaitu pengaturan Creative Auto, Program, Shutter prioritas, Aperture prioritas, Manual, Bulb, dan mode Pengguna (User) untuk penyimpanan setting sebelumnya. Terakhir, ada satu Mode dial yang tidak termasuk dua kategori diatas, yaitu mode video.



Night Portrait Mode:
Modus pertama di Zona Basic, mode ini untuk mengambil gambar orang saat matahari terbenam atau pada malam hari, membiarkan lampu kilat menerangi subjek, sedangkan lama pencahayaan (eksposure) menghasilkan tampilan lebih cerah di sekitarnya. Modus autofocus secara otomatis diatur ke One Shot. Pilihan modus drive (burst) Tunggal atau 10 detik self timer, white balance ke Auto, dan modus metering diatur ke evaluatif. Karena kecepatan rana lambat dianjurkan penggunaan tripod untuk mencegah gerakan dari kamera. Built-in flash secara otomatis diaktifkan dan synched dengan kecepatan rana lambat, sehingga subyek harus tetap diam selama beberapa saat setelah lampu kilat menyala untuk menghindari terjadi bayangan hantu. ISO secara otomatis disesuaikan oleh kamera. (Untuk eksposur malam tanpa flash, Canon merekomendasikan menggunakan mode Landscape.)
Sports Mode:
Mode ini menggunakan kecepatan rana (SS) yang lebih cepat untuk menangkap subjek yang bergerak cepat. Modus autofocus secara otomatis diatur untuk AI Servo (mode Auto Focus untuk objek yang bergerak terus menerus). Pilihan mode drive High-Speed Continuous Shooting atau 10 detik self timer, white balance dan ISO diatur ke Otomatis, dan modus metering diatur ke evaluatif. Onboard flash tidak tersedia dalam mode ini (karena tidak dapat siklus cukup cepat untuk bersaing dengan mode continuous exposure).
Close-up Mode (Makro Mode):
Putar tombol Mode ke simbol bunga untuk mengatur kamera dalam menangkap subjek yang lebih kecil seperti bunga, perhiasan, dan detail-detail kecil lainnya. Mode autofocus secara otomatis disesuaikan dengan One Shot, pilihan mode drive Single Shot atau 10 detik self timer, dan mode metering diatur ke evaluatif. ISO dan white balance diatur ke Otomatis. Mode close-up mengambil keuntungan dari lensa yang digunakan dengan jarak fokus minimum. Namun, disarankan menggunakan lensa makro untuk fotografi close-up yang lebih baik. Perhatikan bahwa tidak seperti mode makro pada kebanyakan kamera digital lain, mode makro pada Canon 60D tidak berpengaruh pada jarak rentang fokus lensa, sebagai parameternya sepenuhnya ditentukan oleh lensa yang digunakan.
Landscape Mode:
Mode Landscape menggabungkan kecepatan rana lebih lambat dengan pengaturan aperture yang lebih kecil untuk meningkatkan kedalaman ruang saat memotret pemandangan yang luas dan bentang pemandangan. Mode ini juga baik untuk memotret pemandangan malam tanpa objek orang di dalamnya. Canon 60D built-in flash secara otomatis dinonaktifkan, bahkan jika blitz sudah terangkat. Karena modus ini menggunakan kecepatan rana lebih lambat, tripod mungkin diperlukan dalam kondisi pencahayaan yang kurang terang. Fokus diatur ke One Shot, lampu AF assist dinonaktifkan, dan pilihan modus drive tunggal atau 10 detik self timer. Metering lagi diatur ke evaluatif, dan keduanya white balance dan ISO diatur ke Otomatis.
Portrait Mode:
Mode ini menggunakan pengaturan aperture besar untuk mengurangi kedalaman ruang, yang mengaburkan latar belakang (blur) untuk menekankan POI pada subjek. ISO dan white balance diatur ke Otomatis, metering untuk evaluatif, dan mode AF ke One Shot. Pilihan modus drive Low-Speed ​​Continuous Shooting atau 10 detik self timer, dan flash yang muncul dan menyala otomatis jika diperlukan.
Lampu kilat Off Mode:
Lampu Kilat Off mode menonaktifkan penggunaan flash baik internal maupun eksternal yang terhubung. Fokus diatur ke modus AI Focus, AF assist lamp dinonaktifkan, pilihan modus drive Tunggal atau 10 detik self timer, metering dan diatur ke evaluatif. Kamera kontrol sensitivitas ISO dan white balance otomatis, juga.
Full Automatic Mode:
Modus terakhir dalam Basic Zone Canon 60D, Full Automatic ditunjukkan pada tombol Mode oleh persegi panjang garis hijau. Dalam mode ini, kamera membuat semua keputusan eksposur dengan pengecualian kualitas gambar. Modus Autofocus diatur untuk AI Focus. Pilihan modus drive Single Shot atau 10 detik self timer, ISO diatur ke Otomatis, dan kedua white balance dan metering mode diatur ke evaluatif. Lampu kilat menyala otomatis jika diperlukan.
Kreatif Auto Mode:
Canon 60D menawarkan versi terbaru dari Auto Kreatif (atau “CA”) mode, yang memulai debutnya pada 50D. Modus CA adalah sesuatu persilangan antara Program dan Full mode otomatis. Bila diatur ke modus CA, Canon 60D memungkinkan pengguna untuk memilih dari subset dari flash dan mode drive. Anda juga dapat memilih salah satu dari sembilan pilihan Ambience, dengan masing-masing diberi penjelasan user-friendly seperti “Vivid”, atau “Cool”. Semua pilihan Ambience kecuali Pengaturan Standar dan Monokrom menawarkan penyesuaian kekuatan tiga tahap, sedangkan untuk foto Monokrom Anda dapat memilih antara netral, berwarna biru, atau berwarna sepia. Pergeseran Program juga tersedia, dengan nama umum dari “Latar Belakang: Blur <-> Tajam”, dan dengan kontrol lima Tahap. Karena kompensasi eksposur itu sendiri merupakan seleksi suasana, tersedia sebagai pilihan Gelap atau Terang, tidak dapat dikombinasikan dengan jenis suasana lain. Tahapan Eksposure yang tersedia dengan penyesuaian kekuatan tiga tahap sesuai dengan 2/3-stop naik atau turun.

Anda dapat memilih antara RAW, JPEG (termasuk beberapa ukuran / kualitas gambar pilihan), atau Raw + JPEG Large format file melalui sistem menu utama, di mana Anda juga dapat mengaktifkan atau menonaktifkan Peripheral Koreksi Iluminasi dan red-eye reduction. Sisanya fitur yang lebih kompleks tetap berada di bawah kontrol otomatis. Modus Autofocus diatur untuk AI Focus. (AI Fokus mengevaluasi gerakan subjek, secara otomatis mengatur salah satu; one shot AF atau AI Servo AF secara otomatis.) Pilihan modus Drive dapat Ditembak Single, Low-Speed ​​Continuous Shooting, atau 10 detik self timer, ISO diatur ke Otomatis, dan kedua white balance dan metering mode diatur ke evaluatif. Layar LCD belakang panel Canon 60D menawarkan teks bantuan untuk setiap pengaturan sementara dalam mode CA, misalnya mendorong pengguna apakah mereka ingin mengaburkan latar belakang dengan pergeseran program, atau membuat gambar lebih terang / gelap dengan kompensasi eksposur, dll.
Program AE:
ini adalah mode pertama di Zona Kreatif tombol Mode. Program AE bekerja mirip dengan penuh otomatis mode eksposur, tetapi memungkinkan kontrol lebih besar atas variabel eksposur. Aperture dan kecepatan (dari 1/8000 sampai 30 detik) rana secara otomatis dipilih oleh kamera, tetapi Anda dapat menggeser eksposure lebih besar atau lebih kecil dengan memutar tombol utama, yang akan mengubah kombinasi aperture dan shutter speed dengan tetap mempertahankan nilai eksposur yang sama, tetapi dengan kombinasi yang berbeda dari aperture / shutter speed.
Shutter-Priority AE:
Mode ini memungkinkan Anda untuk secara manual mengatur kecepatan rana mana saja dari 1/8000 sampai 30 detik, sementara kamera memilih yang terbaik pengaturan aperture yang sesuai. Anda memiliki kontrol atas semua variabel eksposur lainnya, termasuk kompensasi eksposur.
Aperture-Priority AE:
Kebalikan dari modus Shutter-Priority, Aperture-Priority AE memungkinkan Anda untuk mengatur bukaan lensa (dengan nilai tersedia tergantung pada lensa yang digunakan), sementara kamera memilih kecepatan rana yang paling tepat. Sekali lagi, Anda memiliki kontrol terhadap semua variabel eksposur lainnya, termasuk kompensasi eksposur.
Manual Exposure:
Mode ini memberikan kisaran yang sama kontrol eksposur sebagai mode eksposur Zona Kreatif lainnya (kecuali untuk kompensasi eksposur), namun memungkinkan Anda mengontrol kecepatan rana (dari 1/8000 sampai 30 detik) dan bukaan lensa secara mandiri. Sebuah tampilan di viewfinder melaporkan apakah kamera berpikir pengaturan Anda akan menghasilkan pencahayaan over, under, atau normal pada hasil foto.
Bulb Mode:
Mode ini mirip dengan Manual eksposur, dalam hal ini memungkinkan Anda mengontrol kecepatan rana dan bukaan lensa secara mandiri. Namun, bukan kecepatan rana tetap, 60D menawarkan rana Bulb, memungkinkan eksposur panjang selama Anda menekan tombol rana. (Tampilan waktu yang digunakan muncul di info panel atas, dari satu sampai 999 detik, saat eksposur berlangsung.) Untuk menghindari guncangan kamera, Anda juga dapat mengontrol waktu bukaan menggunakan RS-60E3 kabel saklar remote, atau salah satu dari tiga inframerah remote kontrol – RC-6, RC-5, atau RC-1.
User Setting Mode:
Pengaturan terakhir pada tombol Mode memungkinkan Anda untuk menyimpan satu kelompok pengaturan kamera untuk mengingat cepat. Berguna saat pengambilan gambar sebuah acara di bawah sumber cahaya yang dikenal, mode kustom memungkinkan Anda mendaftar pengaturan kamera untuk kondisi tertentu dan dengan mudah beralih antara pengambilan gambar di salah satu mode eksposur lainnya, atau mode user setting yang disimpan sebelumnya. Anda dapat menyimpan sebagian besar pengambilan gambar pilihan mode kamera serta pengaturan Fungsi Kustom.
Demikian.. semoga bermanfaat.. Keep Shot n Have Fun!
http://imajiplus.wordpress.com

Taman Safari Indonesia

Taman Safari indonesia memang salah satu tempat wisata alam dan binatang yang cukup untuk pengetahuan dan juga hiburan kita. Anda dapat me...